Data BPS tidak Akurat, Banyak Warga Belu Tak Dapat Raskin.

Atambua, jangkaindonesia.com – Pembagian beras miskin (raskin) dinilai kurang tepat sasaran yang disinyalir akibat lemahnya data penerima dari Badan Pusat Statistik (BPS).

Masih banyak warga masyarakat Kabupaten Belu pemegang kartu perlindungan sosial (KPS) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang seharusnya terima justru tak dapat
jatah raskin atau beras sejahtera (rastra) di tahun 2017 ini.

“Data yang dibuat BPS ini belum akurat atau janggal. Untuk tahun 2017 ini masih banyak orang miskin tidak tercatat sebagai penerima raskin,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Belu, Drs. Petrus Bere, MM di gedung DPRD Belu, Senin (04/09/2017).

Sekda Bere menduga, pendataan yang dilakukan petugas BPS di lapangan terjadi kesalahaan sehingga orang tidak miskin justru menjadi penerima raskin, sementara orang yang benar-benar miskin tidak masuk daftar.

“Menurut saya data kurang akurat, karena ada warga yang dulu tidak miskin, sekarang masuk jadi daftar miskin dan terima raskin, sementara yang benar-benar miskin nama tidak ada,” ujarnya.

Data sebelum dikirim ke pemerintah pusat jelas Sekda, perlu ada koordinasi dulu dengan pemerintah daerah untuk di crosschek bersama.

“Harusnya sebelum data keluar dari Belu dan dikirim ke tim penanggulangan dan penanganan kemiskinan (TNP2K), perlu koordinasi dulu dengan Pemkab atau Kecamatan dan Desa biar kita crosschek sama-sama dulu,” tuturnya.

Pendataan oleh BPS tanpa koordinasi tambah Sekda, akhirnya warga yang dulunya miskin dan selama ini dapat jatah raskin jadi tidak dapat karena tidak terdata.

“BPS jangan sendiri, kalau tidak hasilnya seperti ini. Ini menjadi pembelajaran kedepan untuk memperbaiki pendataan, apalagi warga yang pegang kartu KPS dan KKS tidak terdata,” pintanya. [ji-mp]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *