Medah “Ganti Baju” Bukan Karena Pencalonan Terus Apa Artinya

 

JAKARTA – Konstelasi politik di Nusa Tenggara Timur menyongsong hajatan Pilgub untuk periode 2018-2023 makin memanas. Sejumlah politisi dan pengamat akan semakin sulit menebak statistika ini, termasuk belakangan terjadi “ganti baju” politik oleh Drs. Ibrahim Agustinus Medah dari Partai berlambang pohon beringin ke Hanura. Perpindahan itu resmi diumumkan Pengurus DPD Partai Hanura saat melakukan jumpa pers di Holtel Timore pada jumad (25/8).

Banyak ulasan di sosial media seperti Facebook, twiter, dan beberapa group washapp mulai ramai membicarakan berpindahnya kader Golkar sekelas Iban Medah. Mereka melihat kondisi ini benar-benar luar biasa sekaligus menjadi tanda tanya, dikarenakan politik yang masih hangat justru berubah panas 180 derajat. Medah yang telah membesarkan Golkar serta memiliki basis politik dengan pengikut kader militan, loyal dan berdedikasi menilai perlakuan partai untuk Medah akan mengganggu dan berpengaruh besar pada saat proses Pilgub yang akan berlangsung nanti.

Statistika politik NTT kemudian berubah. Dengan sikap Medah ini, kemudian dinilai sebetulnya Medah sementara mencari-cari komposisi baru sambil mecermati pergerakan partai lain yang masih juga meraba-raba komposisi mereka. Pengalaman Medah  yang gagal dalam pilgub kali lalu akan menjadi alasan mengapa Medah begitu gencar dengan komposisinya.

Dengan “ditendangnya” Medah hanya karena alasan berbeda pandangan politik di Internal Golkar, mungkin bukan itu salah satu persoalan dasarnya. Demikian pertanyaan itu muncul dalam sebuah percakapan group Washap. Lain hal ada penilaian berbaliknya Medah kalau hanya sekedar sipatik ke Partai Hanura mungkin maka ada hal yang lebih besar dibalik semua itu, dan kalau bukan menginginkan sebagai Calon yang akan keluar dari pintu Hanura.

I.A. Medah pada kesempatan itu mengatakan, dirinya bergabung dengan Hanura karena mengganggap kebijakan pimpinan DPP Golkar tidak sesuai dengan mekanisme dan aturan organisasi. Karena itu, ia menghindarkan diri dari pertentangan itu. Demikian pernyataan Medah seperti yang dirilis victorynews.com.

Terpantau oleh media ini, kabar yang tersiar di berbagai aplikasi media sosial seperti group washap, Line dan twiter menunjukan Medah adalah salah satu tokoh berpengaruh dalam kanca perpolitikan menyonsong hajatan pilgub NTT 2018 mendatang. Medah juga telah melamarkan diri ke PKB dan Hanura yang baru saja terjadi.

Foto:poskupang.com

[jangkaindonesia.com/-fren]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *