Tenun Ikat Karya Anak Bangsa di Sumba Perlu Dilestarikan

Tenun Ikat Karya Anak Bangsa di Sumba Perlu Dilestarikan
[JAKARTA] – Salah satu karya anak bangsa asal Pulau Sumba dalam bentuk batik dan tenun ikat perlu menjadi perhatian bersama dalam rangka mengembangkan dan melestarikan budaya bangsa.

“Bazaar Batik dan Tenun Nusantara khusus Sumba ini sangat luar biasa dan harus dikembangkan sebagai budaya bangsa”, demikian kata Dr. Mari Pangestu kepada media di Liberte Galery Lafayette, Pacific Palace sabtu [9/12).

Menurut Inge sebagai penyelenggara bazaar ini menagatakan, kegiatan tersebut bertujuan mengangkat harkat martabat penenun bahwa maha karya mereka merupakan karya luarbiasa baik dari seni maupun dari sisi ekonomi kreatif. Batik dan Tenun Ikat khususnya Sumba karya anak bangsa tak boleh dilupakan dan harus terus dipromosikan baik di level nasional maupun internasional.
Bazaar ini juga menghadirkan penggerak tenun ikat juga dari Sumba saudara Iwan sekalian promosi Sumba agar banyak orang datang ke Pulau Sumba bukan hanya sekedar membeli tenun ikat Sumba saja.
Sementara itu pemilik Liberte dan Bukit Uluwatu Village Alila group pak Franky sangat mendukung promosi tenun ikat Sumba sekaligus Pariwisata Sumba yang luar biasa.
“Sumba melalui Pariwisata Sumba sehingga Sumba ke depan menjadi destinasi Pariwisata Dunia. Sumba harus menjadi penyanggah utama Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, Lombok, NTB, Bali dan Labuhanbajo.
Senada dengan Franky, Direktur IRCI (Institute for Research, Consultation and Information of International Investment), Gabriel Goa juga sangat mendukung Sumba menjadi Destinasi Pariwisata Internasional sekaligus Sumba dijadikan Icon Sumba Green Island.
“Untuk menunjang itu maka Bandara Tambolaka harus menjadi Bandara Internasional dan menjadi Pelabuhan Marina dan Waikelo menjadi Pelabuhan Samudera. Presiden Jokowi sangat diharapkan untuk merealisasikannya pasca kunjungan ke Pulau Sumba!. [fren_lutrun]
Tags:
banner 468x60